banner

9 Faktor Penyebab Hubungan Seks yang Semakin Memburuk

9 faktor penyebab hubungan sekss yang semakin memburuk

Saat masih muda, hasrat kita terhadap seks mungkin sangat menggebu-gebu. Mungkin karena faktor usia atau rasa penasaran dan sensasi yang berbeda. Tapi begitu menikah, apalagi setelah punya anak, hasrat seks rasanya sulit sekali ditumbuhkan. Seminggu sekali sudah masuk dalam kategori wajar, bahkan ada yang lebih sedikit dari itu. Apakah kehidupan seks yang tidak lagi bergairah hanya disebabkan faktor usia dan status pernikahan saja? Ternyata tidak! Kebiasaan-kebiasaan berikut ini yang menyebabkan kehidupan seksmu perlahan terus memburuk.

1. Makan makanan cepat saji

Jika anda seorang pecandu makanan cepat saji artinya tubuh Amda penuh dengan karbohidrat olahan, gula sederhana, dan lemak jenuh. Ini dapat memperlambat aliran darah dan memengaruhi seberapa baik anda dapat melakukan seks. Lebih baik kurangi konsumsi makanan cepat saji dan beralih mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, dan protein nabati. Pola makan yang sehat akan memberimu lebih banyak energi untuk seks.

2. Terlalu banyak makan garam

Ketika makanan asin menjadi bagian rutin dari diet, anda lebih cenderung mengalami tekanan darah tinggi, yang dapat menurunkan libido. Hindari makanan kemasan, yang sering kali mengandung banyak natrium dan perhatikan berapa banyak garam yang kita gunakan untuk memasak. Sebagai gantinya, tambahkan perisa dengan bumbu dan rempah-rempah.

3. Memelihara stress

Ketegangan dan kekhawatiran yang terus-menerus membuat anda lelah dalam akan segala hal. Ketika tubuhmu dibanjiri oleh hormon stres untuk jangka waktu yang lama, kesehatan anda bisa terganggu, termasuk hilangnya hasrat untuk melakukan seks.

Cobalah untuk mencari tahu apa yang membuat anda stres agar bisa memikirkan cara terbaik untuk menanganinya. Ada baiknya juga menyediakan waktu untuk menghilangkan stres secara teratur seperti dengan berjalan-jalan di taman, kelas yoga, atau menonton komedi, beribadah pun bisa juga menghilangkan stres.

4. Melewatkan foreplay

Sains mendukung pernyataan ini, lho, bahwa foreplay bisa membuat seks jadi lebih baik. Dalam satu survei terhadap hampir 8.700 orang, baik laki-laki maupun perempuan, mengatakan seks berlangsung lebih lama ketika ada lebih banyak jenis rangsangan sebelumnya.

5. Terlalu sibuk

Saat hidup semakin sibuk, seks terkadang bisa menjadi hal pertama yang dikeluarkan dari daftar “yang harus dilakukan”. Tetapi keintiman dalam hubungan harusnya tetap menjadi prioritas. Menjadwalkan seks mungkin terdengar seperti omong kosong, tetapi ini dapat membantu kita agar tidak terus-menerus menunda. Jadi tandai waktu di kalender dan patuhi itu. Anda akan merasa lebih terhubung dengan pasangan setelahnya. Setuju?

6. Rutinitas seks yang itu-itu saja

Sering kali seks terasa buruk karena kita terlalu terpaku pada kebiasaan, posisi yang sama, waktu yang sama, tempat yang sama. Percayalah seks itu tidak harus malam hari. Tidak harus di kamar tidur, dan posisinya tidak harus misionaris. Ada banyak sekali hal yang bisa anda coba saat berhubungan seks.

7. Tidak jujur pada pasangan

Banyak orang enggan mengatakan apa yang membuatnya tidak nyaman selama berhubungan seks, terutama perempuan. Mereka lebih memilih diam. Bahkan ada yang mengira bahwa ketidaknyamanan adalah sesuatu yang wajar dan dirasakan semua orang. Padahal seks harusnya memberikan kenyamanan pada kedua belah pihak, lho! Jadi kalau anda merasa tidak nyaman, coba bicarakan dengan pasangan.

8. Sering tidur larut malam

Jika kita tidak tidur, libido akan hilang. Satu studi menemukan bahwa wanita yang lebih banyak tidur cenderung melakukan lebih banyak (dan lebih baik) seks. Seberapa pun sibuknya, kurangilah begadang. Cobalah untuk membuat prioritas dan masukkan istirahat sebagai prioritas utama.

9. Tidak mengontrol berat badan

Apakah berat badan Amda lebih gemuk dari biasanya? Menurunkan berat badan beberapa kilogram dapat meningkatkan kinerja anda di kamar tidur, lho! Terutama untuk seorang laki-laki, ya! Satu studi menemukan bahwa laki-laki dengan pinggang lebih dari 40 inci atau sekitar 102 cm, lebih cenderung mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang memiliki perut lebih ramping. Jadi, sudah siap meninggalkan semua kebiasaan buruk itu, demi hubungan seks anda dan pasangan?

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam