banner

Hawaya, Aplikasi Kencan Online Religius

Hawaya, Aplikasi kencan online religius

Pepatah mengatakan, “Anda dapat jatuh cinta dengan orang yang tak diduga di waktu yang juga tak terduga”. Namun, hal itu tidak berarti bahwa seseorang hanya diam saja dan menunggu jodoh datang dengan sendirinya, bukan?

Dengan teknologi yang telah mengubah cara kita mengekspresikan cinta, hubungan dan interaksi, mencari cinta di era digital seringkali membuat orang cemas, terlebih ketika mereka ingin menemukan pasangan hidup.

Namun, tidak perlu lagi khawatir karena ada, sebuah platform pencarian jodoh online khusus Muslim dari Mesir yang hadir di Indonesia yakni Hawaya. Platform kencan online yang satu ini bertujuan untuk membantu para Muslim di Indonesia menemukan pasangan hidupnya atau minimal teman kencan online.

Menurut data We Are Social (2020), terdapat 175,4 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2020, meningkat sekitar 25 juta dibandingkan data tahun sebelumnya. Artinya, penetrasi internet di Indonesia mencapai 64 persen pada Januari 2020 yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan platform online.

Berdasarkan survei Hawaya (2020) yang melibatkan perempuan dan laki-laki Muslim Indonesia berusia antara 20-40 tahun sebagai responden, 93% responden perempuan terbuka untuk menggunakan aplikasi perjodohan untuk mencari pasangan hidup. Ada 87 persen responden juga mengatakan bahwa mereka berharap menemukan seseorang dengan agama yang sama dan sejalan dengan harapan orang tua mereka.

Dalam rangka memahami kebutuhan masyarakat Muslim Indonesia, Hawaya hadir untuk membantu para perempuan lajang di Indonesia menemukan pasangan hidup mereka dengan tetap menghormati tradisi dan budaya Muslim.

Hawaya diluncurkan pada tahun 2017 oleh seorang pengusaha Mesir bernama Sameh Saleh, yang ingin membantu saudara perempuannya melewati pengalaman yang menyenangkan, nyaman dan aman menuju pernikahan melalui platform tersebut. Sejak saat itu, Hawaya semakin populer dan telah memfasilitasi ribuan pernikahan, tidak hanya di Mesir dan negara-negara Arab lainnya, tetapi juga di negara-negara Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tenggara.

Sameh Saleh, CEO, Hawaya menjelaskan, ketika memasuki pasar Indonesia, pihaknya ingin mengajak dan menghubungkan setiap Muslim yang berstatus lajang di Indonesia yang ingin saling mengenal satu sama lain secara lebih mendalam hingga menuju ke hubungan yang serius. Hawaya menggunakan pendekatan ilmiah, aman, dan diterima secara budaya, dirancang untuk laki-laki dan perempuan Muslim dengan niat yang serius serta telah disesuaikan secara budaya dengan tradisi komunitas.

“Kami sangat senang komunitas Muslim Indonesia menyambut hangat pendekatan modern dalam perjodohan berbasis kencan online ini dan kami berharap dapat merayakan lebih banyak kisah sukses di Indonesia,” kata Sameh melalui siaran pers.

Hawaya sendiri telah beroperasi di beberapa negara Arab, Turki, Malaysia, Singapura, Jerman, Prancis, Kanada dan Indonesia, nama Hawaya terinspirasi dari kata “Hawa” yang berarti “cinta” dalam bahasa Arab. Hawaya juga berfokus pada privasi dan keamanan penggunanya. Saat pengguna mendaftarkan diri, Hawaya mengotentikasi semua pengguna baru menggunakan sistem ‘verifikasi selfie’ yang bekerja menggunakan infrastruktur teknologi yang telah dikembangkan untuk mencegah pembuatan profil palsu.

Aplikasi ini juga menawarkan opsi kepada pengguna perempuan untuk mengaburkan foto profil. Ada juga fungsi keamanan “Guardian”, yang memungkinkan pengguna untuk melibatkan orang yang dipercaya, seperti teman atau anggota keluarga, dalam berkomunikasi sambil mengenal (calon) pasangan mereka.

Hawaya juga memiliki fitur yang berguna untuk memfasilitasi percakapan yang lebih menyenangkan dengan pencair suasana yang menarik, dan pembuka percakapan yang dipersonalisasi. Fitur unik lainnya dari aplikasi ini adalah “Mode Eksklusif”, ketika pengguna telah memutuskan bahwa mereka ingin lebih eksklusif. Mode ini menonaktifkan percakapan lainnya yang sedang berlangsung untuk kedua pengguna.

Selain menghadirkan platform yang bermanfaat, Hawaya juga membentuk satu panel yang terdiri dari para ahli yang berpengalaman dalam isu membangun hubungan untuk lebih membantu masyarakat Indonesia mengatasi tantangan dalam mencari pasangan hidup. Panel ahli ini akan terlibat secara mendalam dalam program khusus yang dinamakan Sisters-in-Hearts.

Program ini akan membahas mengenai tantangan yang dihadapi para Muslim lajang dalam membangun hubungan dan memberikan solusi untuk menciptakan hubungan seumur hidup yang bermakna. Sisters-in-Hearts akan terdiri dari serangkaian kegiatan yang membantu Muslim lajang di Indonesia menemukan pasangan hidup dengan cara yang sesuai.

Sameh menyatakan, perusahaan memahami bahwa sebagian orang Indonesia mungkin masih menghadapi tekanan masyarakat untuk menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya tujuan hidup. Hamawa juga menyadari bahwa ada berbagai tantangan dalam menemukan cinta di dunia modern ini.

“Bertemu secara online hanyalah permulaan dalam kisah cinta Anda, dan tetap harus ada sesuatu yang dilakukan untuk memiliki hubungan yang lebih dalam. Bersama Hawaya, kami akan mendampingi mereka menciptakan pengalaman yang tulus untuk bertemu pasangan hidup dengan tetap menjunjung tradisi dan budaya yang mengakar di Indonesia,” tambah Sameh.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam