-->
--

Hiposeksual Hingga Fakta Seks

  1. Apa Saja Penyebab Hiposeksual?
    1. Kondisi Psikologis
    2. Pengaruh Makanan Tertentu
    3. Perubahan Hormonal
    4. Memilliki salah satu disfungsi seksual
    5. Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol
  2. Dampak Hiposeksual pada Hubungan
  3. Fakta Seks yang Perlu Anda Ketahui
    1. Seks adalah pelepas stres untuk pria. Sementara wanita, harus bebas stres dulu sebelum bercinta
    2. Para pria suka foreplay, para wanita menyukai chore-play
    3. Semua orang punya fantasi seksual. Sudahkah pasangan mengetahuinya?
    4. Menciptakan kehidupan seks yang harmonis dimulai dari luar kamar tidur
  4. Manfaat Seks Membuat Kulit Makin Glowing
    1. Manfaat Seks untuk Kesehatan Kulit
    2. Meningkatkan Produksi Kolagen
    3. Membantu Membersihkan Kulit dari Racun
    4. Meningkatkan Sirkulasi Darah ke Kulit dan Bibir
    5. Menghasilkan Serotonin dan Dopamin
    6. Meredakan Jerawat Hormonal
  5. Artikel Terkait:

Hiposeksual Hingga Fakta Seks

Seks merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan manusia. Bahkan ini sudah menjadi sebuah kebutuhan. Sebagian besar orang bahkan menganggap ini merupakan suatu hal yang wajib terutama dalam sebuah hubungan. Hubungan sesual yang sehat juga sebagai sebuah bentuk kasih sayang, bentuk penghargaan, penerimaan dan masih banyak lainnya.

Namun bagaimana jika Anda atau pasangan Anda mengalami hiposeksualitas? Bagaimana dampaknya bagi kehidupanmu bersama pasangan?

Apa Saja Penyebab Hiposeksual?

Apa Saja Penyebab Hiposeksual?

Hiposeksual mungkin terdengar sedikit asing bagi sebagian besar orang. Kalau lawannya, hiperseksual mungkin Geng Sehat sering mendengarnya ya, yaitu kondisi saat seseorang memiliki gairah seksual yang sangat tinggi. Aktivitas seksual mereka pun sangat tinggi. Di bidang medis, istilah umum yang dipakai untuk hiposeksual adalah Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD). Ini adalah sebuah kondisi yang ditandai rendahnya keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas seksual. Hal ini bukan terjadi sekali saja, namun dalam jangka waktu tertentu dan juga berulang kali.

Beberapa penyebab hiposeksualitas di antaranya:

Kondisi Psikologis

Kondisi Psikologis

Bila pikiran kita sedang stres, atau banyak masalah, hal ini tentu dapat menganggu keinginan kita untuk dapat melakukan aktivitas seksual. Pikiran dan perasaan sudah terfokus pada emosi tersebut sehingga terkadang juga berdsmpak pada hasrat seksualitas. Bagaimana bisa melakukan hubungan seks, jika kondisi pikiran mereka saja tidak dalam keadaan baik. Jika seseorang merasakan hal ini dan sudah menganggu ke kehidupan seksualitasnya, alangkah baiknya jika mereka berkonsultasi ke profesional agar mendapatkan penanganan.

Pengaruh Makanan Tertentu

Pengaruh Makanan Tertentu

Ini juga bisa dari faktor konsumsi sehari-hari. Seperti yang dikutip dari The Independent, konsumsi alkohol, narkoba dan sejenisnya juga dapat mempengaruhi tingkat libido seseorang dan hal itu tentu akan berdampak juga dalam aktivitas seksual. Jadi sebaiknya, mulai hindari konsumsi alkohol, narkoba dan merokok. Karena memang ketiga jenis hal tersebut dapat berefek pada penurunan kualitas seksualitas kita.

Perubahan Hormonal

Perubahan Hormonal

Perubahan hormonal juga dapat menjadi penyebab hiposeksualitas, misalnya pada ibu hamil dan menyusui. Pada beberapa orang, hal ini mempengaruhi ke arah tingkat keinginan mereka untuk melakukan aktifitas seksual. Setelah mereka melahirkan, hormon dan keinginan untuk melakukan hubungan seks bisa berubah. Bisa saja disebabkan karena ketidakpercayaan diri pada perubahan bentuk tubuh dan juga karena atau post-trauma sewaktu masa kehamilan.

Memilliki salah satu disfungsi seksual

Memilliki salah satu disfungsi seksual

Orang dengan disfungsi seksual seperti anorgasmia, atau ketidakmampuan untuk orgasme, atau hubungan seksual yang menyakitkan (dispareunia) kadang berakhir dengan hiposeksual. Pada pria, disfungsi ereksi juga bisa menyebabkan akhirnya menjadi memiliki gairah seks rendah.

Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol

Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol

Hiposeksualitas dapat muncul karena penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol serta penyakit mental seperti depresi, psikopati, dan hipokondria. Bisa juga diperburuk oleh pengobatan yang diberikan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Dampak Hiposeksual pada Hubungan

Dampak Hiposeksual pada Hubungan

Tak hanya bagi yang memilikinya, hiposeksual juga membuat frustrasi pasangannya. Penderitanya merasa sangat tersikas karena mereka sendiri tidak menginginkan kondisi ini. Jika tidak dikomunikasikan, pasangan akan merasa tidak dihargai, tidak dicintai, dan hubungan lambat laun akan terasa hambar. Karena pada sebagian orang, seks adalah salah satu bahasa cinta bagi mereka.

Pada beberapa kasus, mereka tetap memaksakan melakukan aktivitas seksual, hanya untuk menghargai pasangannya, Namun, tidak ada libido dan gairah yang mendukung hanya akan membuat aktivitas seksual menjadi tidak nyaman. Tidak ada kepuasan yang dicapai, bahkan pada wanita mungkin malah akan meradakan nyeri di vagina.

Untuk itu, jika Anda atau pasanganmu mengalami hiposeksualitas, lebih baik konsultasikan dengan psikolog dan profesional lainnya. Para pakar ini akan membantu menemukan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini.

Fakta Seks yang Perlu Anda Ketahui

Bisakah suatu hubungan bertahan tanpa seks? Mungkin saja bisa. Tapi perlu dipertanyakan, apakah hubungan itu bahagia, memuaskan kedua pihak, dan memiliki ikatan yang kuat? Belum tentu. Bahkan, tak jarang kita mendengar bahwa krisis hubungan terjadi karena kurangnya seks antara Anda dan pasangan.

Itulah mengapa, peran seks dalam sebuah hubungan, berapa pun usianya, sangatlah esensial. Ketahui yuk, beberapa fakta seputar seks yang terjadi di hampir semua hubungan. Dengan mengetahuinya, maka baik Anda maupun pasangan, dapat memperbaiki, mengomunikasikannya lebih baik, serta memaksimalkannya agar mendapatkan kepuasan yang berkualitas.

Seks adalah pelepas stres untuk pria. Sementara wanita, harus bebas stres dulu sebelum bercinta

Seks adalah pelepas stres

Setuju dengan kondisi ini, tidak? Pria dan wanita memang dua makhluk yang sangat berbeda. Kondisi ini bukan hanya dilihat dari preferensi lho, namun sudah dibuktikan secara neurologis. Untuk menengahinya, jangan keburu menyimpulkan asumsi bahwa pria lebih egois, para pria tak peduli dengan kondisi sang wanita, dan asumsi negatif lainnya. Komunikasikan hal ini dan bicarakan dengan nada rendah serta pikiran terbuka.

Para pria suka foreplay, para wanita menyukai chore-play

foreplay

Pria adalah makhluk yang visual. Cukup dengan melihat sang wanita mengenakan pakaian tidur yang seksi, nafsu bercintanya bisa segera terwujud. Namun, berbeda dengan para wanita. Proses seorang wanita hingga bisa benar-benar terangsang membutuhkan perjalanan yang panjang, dan itu kebanyakan sama sekali tak berhubungan dengan urusan ranjang.

Akui saja, para wanita takkan mudah bergairah dengan urusan ranjang ketika kondisi pikiran sedang berantakan, beberapa masalah belum dibereskan, atau kondisi hati sedang rewel. Pekerjaan rumah atau karir(chore) yang menjadi tugas domestik para wanita, perlu diakui adalah sebuah beban dan terasa berat jika tidak ada partisipasi dari pasangan. Maka, jika menginginkan pasangan menjadi partner bercinta yang para pria inginkan, jadilah pula partner chore pasangan anda harapkan. Yaitu, ikut turun tangan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang bisa dibantu. Adil, kan?

Semua orang punya fantasi seksual. Sudahkah pasangan mengetahuinya?

fantasi seksual

Dave and Ashley Willis, sepasang suami-istri sekaligus blogger yang fokus di dunia pernikahan, menemukan sebuah fakta dari hasil interaksi mereka dengan pasangan yang sudah menikah selama bertahun-tahun. Ditemukan bahwa banyak rahasia seksual yang dirahasiakan dari pasangannya. Rahasia seksual ini bisa berbentuk pelecehan seksual yang diterima saat masih kecil atau fantasi seksual yang takut diutarakan kepada pasangan karena khawatir akan dihakimi atau ditolak.

Hal ini nyatanya merugikan untuk kehidupan pernikahan itu sendiri, karena rahasia adalah “racun” untuk membangun keintiman. JIka Anda maupun pasangan Anda ingin terhubung lebih dekat di dalam maupun di luar kantor, bicarakan pikiran atau hal yang mengganjal itu agar tidak semakin lama menggerogoti suatu hubungan.

Menciptakan kehidupan seks yang harmonis dimulai dari luar kamar tidur

kehidupan seks yang harmonis dimulai dari luar kamar tidur

Komunikasi adalah kunci agar kehidupan seks menyenangkan. Bosan dengan saran ini? Memang begitulah adanya, bahwa ketika para pria dan wanita mampu berkomunikasi dengan baik untuk segala hal, terutama yang menyangkut kehidupan hubungan kalian, maka hal tersebut akan terefleksi ke urusan ranjang. Tak perlu ribet-ribet, kok. Sesimpel kemauan sang pria untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan beberapa kewajiban pasangan serta membantunya dalam melewati hari yang berat dan mencoba untuk menyemangati nya sudah menjadi bentuk perhatian tulus yang sangat disukai para wanita dan wanita ingin “membayar” bentuk cinta sang pasangan dengan memberikan pelayanan bercinta yang memuaskan.

Manfaat Seks Membuat Kulit Makin Glowing

Manfaat Seks Membuat Kulit Makin Glowing

Berhubungan seks tidak hanya menyenangkan untuk dilakukan dengan pasangan Anda, tapi juga memiliki manfaat kesehatan yang tersembunyi lho, Geng Sehat! Salah satunya adalah bermanfaat bagi kesehatan kulit. Ya, tidak perlu menggunakan skincare yang mahal, cukup dengan berhubungan seks secara teratur, Anda dan pasangan sudah mendapatkan kulit sehat. Tapi kok bisa sih?

Manfaat Seks untuk Kesehatan Kulit

Ternyata rahasinya adalah hormon oksitosin. Kadar hormon berfluktuasi selama hubungan seksual. “Oksitosin dilepaskan saat berhubungan seks. Hormon ini dikenal sebagai hormon yang meningkatkan perasaan bahagia, sehingga membuat Anda rileks dan tenang,” kata dr. Debra Jaliman, seorang dokter kulit bersertifikat di New York, Amerika Serikat.

Selain itu, oksitosin juga bisa meredakan peradangan pada kulit dan mengurangi hormon stres kortisol. Inilah yang menyebabkan seks terasa menyenangkan. “Seks membantu menurunkan hormon stres dan itu dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh yang tercermin pada kulit seperti berkurangnya jerawat, lebih sedikit flare ruam kronis, dan kulit yang lebih bercahaya,” ujar dr. Michele Faberdari Schweiger, seorang dermatologis di New York City.

Berikut adalah beberapa manfaat berhubungan seks untuk kesehatan kulitmu!

Meningkatkan Produksi Kolagen

"Saat kita stres, tubuh kita menghasilkan hormon yang disebut kortisol yang memecah dan merusak kolagen secara permanen,” kata Jeannel Astarita , Pendiri dan CEO Lab Kecantikan dan Tubuh Just Ageless di New York City.

Kolagen adalah protein alami dalam tubuh yang memberikan elastisitas pada kulit. Berhubungan seks secara teratur akan menghasilkan serotonin dan dopamin di otak yang menurunkan tingkat stres dan kortisol. Artinya produksi kolagen pun meningkat sehingga kulit Anda tampak awet muda nih.

Membantu Membersihkan Kulit dari Racun

"(Seks) memiliki manfaat jangka panjang. Peningkatan sirkulasi darah, oksigen, dan getah bening di bawah kulit mengeluarkan racun dari tubuh untuk kulit yang lebih baik dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Astarita.

Meningkatkan Sirkulasi Darah ke Kulit dan Bibir

Anda tidak harus mengalami orgasme untuk mendapatkan kulit yang bersinar. Anda tetap bisa merasakan manfaat seks tanpa orgasme karena masih ada peningkatan suplai darah. Ini juga membantu dalam pencegahan penuaan dini karena produksi kolagen meningkat seiring dengan peningkatan aliran darah. Selain itu, olahraga teratur juga bagus untuk meningkatkan aliran darah lho! “Aktivitas Anda melancarkan sirkulasi dan membantu mengantarkan oksigen ke kulit, membuat kulit Anda cerah,” kata Farber.

Selama orgasme khususnya, detak jantung Anda akan meningkat dan suplai darah otomatis akan meningkat ke wajah. Inilah yang menyebabkan kulit Anda terlihat lebih bercahaya dan Kamu mungkin juga bisia memperhatikan bahwa bibir terlihat lebih penuh dan seksi usai bercinta bersama pasangan anda.

Menghasilkan Serotonin dan Dopamin

“Orgasme juga menghasilkan lebih banyak serotonin dan dopamin yang berkontribusi pada kulit yang lebih baik sekaligus menyeimbangkan kadar hormon,” kata Astarita.

Tapi tak hanya berhubungan seksual dengan pasangan, masturbasi, pergi ke karaoke untuk bernyanyi dan berolahraga selama 30 menit bisa membantu meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh Anda.

Meredakan Jerawat Hormonal

Hormon yang dilepaskan saat berhubungan seks atau bercinta dapat membantu menangkal jerawat yang terkait dengan siklus menstruasi Anda," kata Jaliman. “Seks membantu menyeimbangkan kadar hormon Anda pada gilirannya membantu mencegah kambuhnya jerawat.”

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam