banner

Kencan Online dan Meningkatnya Penyakit Menular Seksual

kencan online dan meningkatnya penyakit menular seksual

Memiliki aplikasi kencan online sekarang ini bukan sesuatu yang memalukan. Bahkan, banyak orang yang secara terang-terangan menjelaskan kalau dirinya punya akun di aplikasi kencan online seperti Tinder, misalnya.

Ya, beberapa selebriti Hollywood seperti Eminem, Hilary Duff, Zac Efron, bahkan Katy Perry pun diketahui pernah menggunakan aplikasi kencan online dan mengakui hal tersebut ke publik. Tidak hanya untuk mencari teman, beberapa orang mengaku memiliki aplikasi kencan online untuk memperluas jejaring diri yang akan menguntungkan pekerjaannya.

Tapi, tidak bisa dipungkiri kalau pengguna aplikasi kencan online itu didominasi para pencari cinta. Hiburan seperti kencan buta atau bahkan ‘hook up’ bukan sesuatu yang aneh dilakukan sebagian besar pengguna aplikasi online.

Di sisi lain, risiko penyakit menular seksual menghantui mereka para pengguna aplikasi kencan online ini. Menurut laporan The World News, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat bahwa penyakit menular seksual (PMS) meningkat 2,8 persen sejak 2013 efek makin tingginya pengguna aplikasi kencan online.

Hasil penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang lebih besar yang diterbitkan tahun lalu di Personality and Individual Differences, jurnal peer-review, ditulis bersama oleh Baris Sevi, seorang mahasiswa doktoral di Departemen Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Manusia Universitas West Virginia di Amerika Serikat.

Sementara itu, studi yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Psychological Science menjelaskan bahwa pengguna aplikasi kencan online sadar kalau ada risiko PMS tersebut, tapi mereka menganggapnya sebagai angin lalu atau tidak terlalu memperdulikannya.

“Hasil wawancara dengan 182 pengguna aplikasi kencan online Tinder menjelaskan bahwa mereka sadar akan adanya risiko kehamilan di luar nikah, penyakit menular seksual, atau menikah dengan pasangan yang tidak kompatibel secara genetik. Tapi, itu dianggap bukan sesuatu yang menakutkan,” papar penulis.

Lalu bagaimana mencegah PMS itu sendiri?

Segala bentuk penularan penyakit ini dapat dicegah. Beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit menular seksual, antara lain:

1. Berhubungan seks hanya dengan satu orang

Hindari berganti-ganti pasangan termasuk jika anda memiliki beberapa teman kencan online, sebab semakin banyak jumlah pasangan seksual maka semakin besar risiko terkena penyakit menular seksual. Sebaiknya juga tidak berhubungan seksual dengan seseorang yang sering berganti pasangan, atau tidak diketahui riwayat seksualnya.

Pada beberapa kondisi, tidak berhubungan seksual sama sekali (abstinensia) bisa dianggap sebagai cara paling efektif dalam mencegah terkena penyakit menular seksual. Langkah ini bisa diterapkan, terutama saat pasangan sedang menderita infeksi menular seksual.

2. Lalu bagaimana mencegah PMS itu sendiri?

Segala bentuk penularan penyakit ini dapat dicegah. Beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit menular seksual, antara lain:

3. Gunakan kondom

Gunakan kondom lateks tiap kali berhubungan seks. Kondom memang tidak dapat mencegah penularan penyakit sepenuhnya, tetapi akan sangat efektif jika pemakaiannya benar. Gunakan kondom lateks. Jika anda alergi, pilih kondom sintetis, meski jenis ini lebih sering bocor dibandingkan kondom yang berjenis lateks.

4. Vaksinasi

Beberapa penyakit menular seksual dapat dicegah dengan pemberian vaksin, misalnya hepatitis B, dan kutil kelamin serta kanker serviks yang disebabkan oleh human papilomavirus (HPV). Vaksinasi HPV ini direkomendasikan bagi anak perempuan berusia 9-13 tahun. Namun, wanita dewasa berusia di bawah 26 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi juga disarankan untuk melakukannya segera, mengingat kanker serviks merupakan pembunuh nomor 2 pada wanita.

5. Sunat pada laki-laki

Sunat pada laki-laki terbukti dapat mengurangi risiko laki-laki terkena penyakit HIV dari hubungan seksual sebanyak 60 persen. Dampak positif lainnya adalah dapat membantu mencegah penularan herpes dan infeksi HPV.

6. Hindari narkoba dan alkohol

Saat berada di bawah pengaruh narkoba dan alkohol, perilaku seksual seseorang menjadi lebih sulit dikendalikan. Dampaknya, risiko melakukan hubungan seksual yang berisko juga lebih tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan narkoba, terutama narkoba suntik, erat kaitannya dengan peningkatan risiko terkena penyakit menular seksual.

Banyak orang yang menderita penyakit menular seksual tetapi tidak menampakkan gejala apa pun. Karena itu, anda perlu lebih waspada dalam menjalani hubungan seksual. Selain beberapa langkah di atas, rutin memeriksakan kondisi kesehatan seksual anda juga merupakan salah satu langkah penting untuk menghindari penyakit menular seksual.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam