banner

Kencan Online Meningkat Selama Pandemi, Infeksi Kelamin Meningkat

Kencan online meningkat selama pandemi , infeksi kelamin meningkat

Saat pandemi virus corona mewabah, muncul tren peningkatan penyakit menular kelamin di masyarakat. Hasil pendataan Skin17DR, komunitas dokter spesialis kulit dan kelamin jebolan Universitas Padjadjaran, menunjukkan infeksi menular penyakit kelamin meningkat saat pandemi corona.

Di Karawang misalnya, jumlah pasien penyakit kelamin bertambah dua kali lipat. “Sebelum pandemi berlangsung, kunjungan pasien sakit kelamin sekira enam orang per bulan. Saat ini bisa sampai 15 orang. Ada tren kenaikan rata-rata dua kali lipat,” kata Fitra Hergyana, dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUD Karawang.

Fitra yang juga anggota Skin17DR menuturkan, para pasien yang terjangkit adalah pria lajang yang belum menikah. Saat ditelusuri, kata Fitra, para pria ini tertular penyakit kelamin dari wanita pekerja seks komersil. “Para pasien pria mengaku tak punya istri. Mereka sakit kelamin karena ‘jajan’ atau menyewa jasa PSK,” kata Fitra.

Fitra menuturkan, para pasien ini mengeluh borok pada kelamin, bengkak pada buah zakar, bahkan keluar nanah dari kelamin hingga dubur. Adapun penyakit yang dialami pasien biasanya sifilis, gonore, chalamydia, dan trychominiasis.

Jika tak diobati, kata Fitra, para pasien terancam mengalami kemandulan, kebutaan, bahkan kematian. “Tapi umumnya, penyakit ini bisa disembuhkan apabila ditangani secara dini,” ujar dia.

Selain di Karawang, peningkatan pasien sakit kelamin juga terjadi di sejumlah daerah. Hal itu terpantau oleh anggota Skin17DR yang tersebar dan praktik di Sumatera, Banten, Bandung dan Lombok.

“Tren kenaikan infeksi penyakit kelamin saat pandemi juga terjadi di sejumlah daerah. Itu hasil pendataan komunitas kami,” kata Fitra yang juga jubir Satgas COVID-19 di Karawang.

Menurut Fitra, salah satu penyebab peningkatan penyakit kelamin adalah intensitas hubungan seksual yang meningkat saat pandemi. “Intensitas itu ada. Jadi saat pandemi ini banyak karantina, sehingga orang banyak waktu untuk berhubungan badan,” ujar Fitra.

“Kalau yang bener kan angka kehamilan meningkat. Tapi kalau yang nakal-nakal, pengakuan pasien rata-rata setelah kencan online,” Fitra menambahkan.

Kencan online dan infeksi menular seksual

Semakin menjamurnya penggunaan aplikasi kencan online memang memudahkan untuk menemukan teman kencan online yang berujung pada pertemuan di dunia nyata, di mana pertemuan ini tak jarang berujung pada hubungan badan.

Sayangnya, hubungan badan atau hubungan seks yang dilakukan tidak diiringi dengan perilaku seks yang aman seperti menggunakan kondom. Akibatnya, usai bertemu dengan teman kencan dan berhubungan seks, infeksi menular seksual pun tak terelakkan.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam