banner

Mengapa Terjadi Perselingkuhan dalam Hubungan?

Mengapa Terjadi Perselingkuhan dalam Hubungan?

Belakangan ini, istilah ‘perebut laki orang’ alias pelakor atau ‘perebut bini orang’ alias pebinor jadi ngetop digaungkan di mana-mana, di media massa, di sosial media, hingga perbincangan sehari-hari.

Terlepas dari kontroversi penggunaan dua istilah tersebut dari sudut pandang bahasa dan relasi kuasa, nyatanya sosok-sosok orang ketiga memang kerap ada di antara hubungan manusia. Udah bukan hal yang langka.

Nah, kenapa ya, banyak orang yang memutuskan untuk membuka diri (dan hati) pada orang baru, padahal sudah punya pasangan?. Menurut psikolog dan terapis asal belgia, beberapa alasan yang bisa menjadi pemicu munculnya ketertarikan pada orang ketiga adalah :

1. Tidak puas dengan diri sendiri

Kebanyakan, ide perselingkuhan dipahami sebagai penanda adanya ‘sesuatu yang hilang’, baik dari hubungan orang yang bersangkutan atau dari pasangan seperti merasa kurang disayangi atau kehidupan di ranjang yang kurang menyenangkan misalnya. Padahal, sesuatu yang hilang itu nggak selamanya berasal dari pasangan atau hubungan lho.

Bisa jadi, seseorang berbohong pada pasangannya dan selingkuh karena ia secara tidak sadar merindukan sesuatu yang dulu pernah dimiliki dirinya rasa otonomi terhadap diri sendiri, atau rasa senang karena dapat melakukan hal-hal yang dia inginkan.

Jadi, permasalahannya bisa jadi karena orang yang bersangkutan ingin ‘lari’ dari dirinya sendiri saat ini dan mencari sesuatu yang sudah lama ia rindukan. Minimnya rasa percaya diri dan kehausan atas validasi dan pengakuan juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu hasrat ingin diakui bahwa ia masihlah orang yang menarik dan dapat menaklukan orang lain, contohnya.

2. Ekspektasi terlalu tinggi

Sebaliknya, perselingkuhan juga bisa didasari oleh rasa tidak puas dari pasangan. Namun, menurut Perel, hal tersebut salah satunya bisa diakibatkan oleh tingginya pengharapan kita atas ‘performa’ pasangan dalam hidup bersama. Ia mencontohkan, dalam kehidupan masyarakat Barat yang sekuler, masing-masing pihak dalam sebuah hubungan kerap mencari hal dalam diri pasangan yang biasanya orang temukan dalam agama seperti rasa kenyamaman, spiritualitas, rasa utuh, makna hidup, dan rasa kepemilikan.

Apalagi, seiring berjalannya usia hubungan, masing-masing pihak yang terlibat dari hubungan tersebut akan berubah. Kekecewaan bisa terjadi karena salah satu pihak merasa bahwa pasangannya ‘tidak lagi seperti dulu’. Padahal, perubahan pada seseorang adalah hal yang niscaya.

Dengan faktor yang sudah dijelaskan diatas, kita dapat melakukan hal-hal yang dapat mencegah perselingkuhan dalam suatu hubungan yaitu:

1. Ekspektasi selalu disesuaikan

Dengan membuat ekspektasi disesuaikan dengan pasangan masing-masing tentunya akan mengurangi kesempatan untuk selingkuh diakibatkan, para pasangan dapat memahami satu sama lain.

2. Memiliki lingkungan sosial yang berbeda

Ternyata penting lho untuk tidak selalu bergaul dengan lingkungan pertemanan yang sama dengan pasangan. Hal ini dilakukan oleh Perel dan pasangannya, agar masing-masing mereka tetap memiliki ruang pribadi untuk berkembang sesuai dengan minatnya.

3. Cari pengalaman baru bersama

Ada kalanya pasangan perlu untuk melakukan hal baru, mengambil resiko, dan terus menjaga rasa keingintahuan untuk mengkesplor hal baru bersama-sama, agar tidak merasa jenuh dan bosan.

Di samping hal-hal tersebut, ada hal-hal yang juga perlu diperhatikan oleh kedua belah pihak, seperti mengetahui tanggung jawab masing-masing dalam hubungan dan menerima diri sebagai pribadi yang masig memiliki kekurangan, dan menjaga kehangatan.

Lagian nih, menurut Perel, keberadaan orang ketiga nggak selalu berdampak buruk bagi hubungan lho. Ada kalanya hubungan justru tumbuh menjadi lebih kuat,lebih intens, hangat, dan masing-masing pihak menjadi semakin jujur satu sama lain dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam