-->
--

Pantangan dan Tips Saat Bercinta

  1. Pantangan Saat Bercinta
    1. Mengabaikan bagian lain dan hanya fokus pada area seksual untuk orgasme
    2. Menikmati dalam diam tanpa mengungkapkannya pada pasangan
    3. Memberi kritik negatif terhadap bagian tubuh pasangan
    4. Membiarkan seks terasa menyakitkan bagi pasangan
    5. Berpura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangan
  2. Tips Percaya diri Saat Bercinta
    1. Jadikan bercinta dan kenikmatan itu penting
    2. Cari tahu dan pahami apa yang diinginkan saat bercinta
    3. Memahami anatomi seksual diri sendiri
    4. Memperdalam pendidikan seks agar mengetahui segala aspek di dalamnya
    5. Berkomunikasi dengan jujur terhadap pasangan
  3. Artikel Terkait:

Pantangan dan Tips Saat Bercinta

Setelah mengisi waktu dengan aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di kantor, seks tentu menjadi salah satu pengisi energi dan keharmonisan untuk Anda dan pasangan. Selain membuat hubungan Anda dan pasangan lebih lengket, seks atau bercinta dapat membuat Anda semangat untuk kembali menjalankan aktivitas. Maka dari itu, seks harus menyenangkan, panas membara, dan lancar.

Jadi, jangan sampai Mama membuat segalanya menjadi kacau dengan melakukan beberapa hal ini, ya. Ada beberapa hal yang pantang dilakukan atau jangan dilakukan ketika sedang berhubungan seks bersama pasangan anda. Beberapa hal ini bisa membuat mood pasangan menurun dan bahkan hilang selera.

Pantangan Saat Bercinta

Mengabaikan bagian lain dan hanya fokus pada area seksual untuk orgasme

Mengabaikan bagian lain dan hanya fokus pada area seksual untuk orgasme

Alat kelamin memang yang paling utama dalam berhubungan seks, tapi Mama juga harus memperhatikan bagian lain pada tubuh pasangan Anda. Mengabaikan bagian lain dan hanya fokus pada area seksual untuk orgasme merupakan pantangan saat berhubungan seks atau bercinta dengan pasangan. Awali dengan foreplay dan fokus pada seluruh tubuh Papa selama beberapa waktu. Bagian seperti lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut adalah zona yang sangat sensitif bagi laki-laki maupun perempuan.

Membelai area tersebut dengan lembut akan membuat pasangan semakin bergairah dan pada gilirannya Mama akan diberikan kesenangan juga. Di samping itu, melupakan ciuman juga membuat seks kurang sempurna dan terasa sedikit tanggung. Entah itu karena posisi yang sulit berciuman atau terlalu bersemangat untuk mencapai klimaks, berciuman saat seks tetap disarankan.

Hanya fokus terhadap orgasme sebagai tujuan seks dapat mengurangi pengalaman secara keseluruhan, terutama jika Anda baru menjalani hubungan. Menurut psikoterapis dan konselor seksualitas Ian Kerner, PhD., yang juga penulis She Comes First, bukan berarti ada yang salah jika perempuan tidak mengalami orgasme saat pertama kali berhubungan seks.

Menikmati dalam diam tanpa mengungkapkannya pada pasangan

Menikmati dalam diam

Hanya diam tanpa mengungkapkan kenikmatan termasuk pantangan saat berhubungan seks. Meskipun menikmati dalam diam, tapi ini bisa membuat pasangan salah paham. Ada yang berpikir diam berarti tidak menikmati atau tidak mood untuk melakukan seks. Mengungkapkan perasaan dengan kalimat seperti “rasanya benar-benar nikmat” akan mendorong pasangan untuk lebih semangat karena mengetahui Anda menyukainya.

Namun, seksolog Megan Stubbs, EdD., menyarankan untuk tidak melakukan seperti yang terjadi dalam film. Mengatakan dengan lantang “Oh my God, luar biasa”, “Yeah, tepat di sana”, dan kalimat lain yang berlebihan terkadang malah membuat tidak nyaman. Stubbs meminta untuk melakukan apa pun yang terasa tepat dengan diri kita. Jangan memulai mengucapkan sesuatu atau berbicara kotor jika itu bukan sifat Anda. Ada banyak cara lain yang seksi untuk menunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda menikmati saat seks. Karena cara mengungkapkan bukan hanya melalui ucapan sebuah kalimat. Bisa juga dengan erangan atau bahasa tubuh.

Sadie Allison, PhD., seksolog bersertifikat AASECT merekomendasikan isyarat nonverbal, seperti melengkungkan punggung ke arah pasangan, menatap matanya, meraih pantatnya dan menariknya ke Anda saat melakukan penetrasi ketika bercinta atau berhubungan intim. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan napas untuk mengungkapkan kenikmatan. Bernapas panjang dan lambatlah ke telinga Papa saat berhubungan seks. Terengah-engah adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri Anda terhadap pasangan.

Atau Mama bisa berbicara dengan Papa keesokan harinya. Stubbd mengatakan kalimat seperti “Tadi malam aku suka saat kamu melakukan……” bisa menunjukkan bahwa Anda puas dengan malam panas bersama pasangan anda.

Memberi kritik negatif terhadap bagian tubuh pasangan

Memberi kritik negatif terhadap bagian tubuh pasangan

Tidak semua orang memiliki tubuh yang dianggap sempurna. Memberi kritik negatif, melontarkan lelucon atau menertawakan tubuh (terutama bagian pribadi) pasangan dapat membuatnya tidak nyaman dan suasana hatinya menjadi buruk. Sebab itu, hal-hal tersebut menjadi pantangan saat berhubungan seks.

Seorang pakar seks dan hubungan sekaligus penulis Hot Sex: How to Do It, Tracey Cox, mengungkapkan bahwa harga diri yang rendah adalah penyebab disfungsi seksual bagi wanita. Sementara seksolog Gloria Brame, PhD., menyatakan lebih dari 90 persen laki-laki mengkhawatirkan ukuran penis mereka.

Pikirkan jika Anda berkomentar mengenai perutnya yang buncit atau mengenai bentuk dan penis pasangan saat berhubungan seks. Malam panas bisa berubah menjadi momen yang buruk atau bahkan pertempuran. Jadi, bersyukur dan nikmati apa yang dimiliki pasangan. Dengan begitu, pasangan Anda juga akan merasa nyaman dengan tubuh Anda.

Membiarkan seks terasa menyakitkan bagi pasangan

Seks terasa menyakitkan

Psikoterapis dan konselor seksualitas Ian Kerner, PhD., dan penulis She Comes First mengungkapkan bahwa beberapa orang menganggap seks itu terasa sedikit atau bahkan sangat menyakitkan. Padahal menurutnya, itu bukan hal yang sepenuhnya benar. Munculnya rasa nyeri saat berhubungan seks menandakan adanya masalah dengan gairah, pelumas, perimenopause atau pergeseran hormonal menopause, posisi yang tidak tepat, serta kurangnya komunikasi. Beri tahu pasangan anda dan jangan takut untuk menambahkan lebih banyak pelumas atau melakukan foreplay saat melakukan seks. Di samping itu, bicaralah dengan dokter jika masalah terus berlanjut karena ini bisa jadi merupakan gejala infeksi dalam tubuh anda.

Berpura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangan

Berpura-pura orgasme

Banyak perempuan yang berpura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangannya. Padahal, ini adalah salah satu pantangan saat berhubungan seks. Karena, pasangan akan mengetahuinya suatu hari nanti dan tentu tidak menyukai hal itu. Ketika pasangan merasa Anda memalsukannya, Cox menyarankan untuk menjelaskan bahwa Mama tidak berharap orgasme setiap saat dan itu bukan merupakan masalah.

Kerner juga menambahkan bahwa kejujuran dapat membawa pasangan dan Anda masuk ke dalam percakapan mengenai apa yang membuatnya berhasil orgasme dan yang tidak. Jadi, tidak ada salahnya memilih kejujuran daripada berpura-pura orgasme.

Nah, sebaiknya Anda berusaha menghindari beberapa pantangan saat bercinta dengan pasangan Anda ya. Anda tidak ingin merusak malam panas bersama pasangan, bukan?

Akan tetapi buat anda yang sering merasakan kurang percaya diri saat bercinta, mungkin harus membaca ini. Kurangnya percaya diri perempuan saat bercinta disebabkan beragam hal, seperti merasa postur tubuh kurang menarik, khawatir bau mulut dan bau badan, atau malu untuk melakukan posisi menantang.

Kebanyakan perempuan fokus dengan bagaimana ia terlihat di hadapan pasangan, bukan apa yang ia rasakan saat bercinta. Kekhawatiran tersebut mengubur kepercayaan diri yang seharusnya bisa membuat mereka merasakan hal luar biasa saat bercinta. Supaya tidak berkelanjutan hingga mengganggu rutinitas bercinta. Berikut adalah tips agar lebih percaya diri saat bercinta.

Tips Percaya diri Saat Bercinta

Jadikan bercinta dan kenikmatan itu penting

Bercinta

Beberapa perempuan muda dan cerdas berbagi bahwa mereka merasa seks adalah sesuatu yang mereka lakukan untuk menyenangkan pasangan dan bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Satu hal umum yang dipercayai perempuan dari segala usia adalah bagaimana mereka menganggap seks sebagai “tugas”. Pola pikir ini terbentuk mungkin dari kalimat “melayani pasangan,” sehingga terkesan hanya membuat pasangan senang tanpa memikirkan diri sendiri.

Hentikan pemikiran itu! Jadikan bercinta dan kenikmatan itu penting dalam kehidupan seksualmu. Sebagai perempuan, kita boleh egois saat bercinta. Anda berhak menjadikan area tubuh sebagai tempat kesenangan daripada hanya sebagai media untuk memenuhi kebutuhan pasangan Anda.

Cari tahu dan pahami apa yang diinginkan saat bercinta

apa yang diinginkan saat bercinta

Jika ingin lebih percaya diri saat bercinta, cari tahu dan pahami lebih dulu apa yang Anda inginkan saat melakukannya. Cobalah luangkan waktu untuk mengeksplorasi kebutuhan seksual diri. Tanyakan diri sendiri, adakah bagian tubuh tertentu yang Mama sukai untuk disentuh? Adakah cara tubuh merespons teknik bercinta tertentu yang lebih baik dan menyenangkan? Lebih suka menggunakan tangan atau vibrator?

Semakin Anda menyadari apa yang membuatmu on dan apa yang tidak, secara tidak sadar kepercayaan diri saat bercinta lebih meningkat. Itu karena Anda tahu apa yang diinginkan dan tidak menerka lagi.

Memahami anatomi seksual diri sendiri

Memahami anatomi seksual diri sendiri

Mempelajari anatomi seksual diri sendiri selain dari buku atau internet, juga dapat dilakukan dengan melihat milik Mama secara langsung.

Pernahkah Anda mengalami orgasme dan menyaksikan prosesnya di cermin? Atau mungkin menjelajahi tubuh di depan cermin?

Ritual tersebut penting dilakukan seorang perempuan agar lebih terhubung dan memahami tubuh “bagian bawah” saat tidak bercinta dengan pasangan. Dan yang paling penting, anggap bentuk vulva milik sendiri itu unik meski terasa aneh melihatnya. Betty Dodson, seorang pendidik seks dan seniman, dalam sebuah pameran menunjukkan betapa berbedanya alat kelamin perempuan. Kontribusinya mencakup ilustrasi yang kuat untuk menunjukkan betapa uniknya masing-masing vulva perempuan.

Jadi, belajarlah untuk menerima anatomi seksual Anda apa adanya dan kepercayaan diri saat bercinta akan meningkat.

Memperdalam pendidikan seks agar mengetahui segala aspek di dalamnya

Memperdalam pendidikan seks agar mengetahui segala aspek di dalamnya

Selain memahami anatomi seksual diri sendiri, pendidikan seks juga penting agar lebih percaya diri saat bercinta. Mengetahui apa yang diizinkan saat bercinta, bagaimana bercinta yang aman, dan memahami aspek-aspek lain soal bercinta. Namun, budaya kita menjadikan seks hal yang tabu untuk dibicarakan sehingga jarang perempuan yang mau terbuka tentang hal tersebut.

Pornografi menjadi jalan bagi banyak orang untuk belajar tentang seks, tetapi itu bukan gambaran bercinta yang baik. Banyak pornografi menampilkan kekerasan dan degradasi sebagai standar.

Memiliki pengetahuan mengenai suatu hal bisa membuat Anda lebih percaya diri, termasuk soal seks.

Berkomunikasi dengan jujur terhadap pasangan

Berkomunikasi dengan jujur terhadap pasangan

Setelah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keinginan seksual dan anatomi tubuh, mungkin Anda merasa lebih nyaman berbicara dengan pasangan mengenai apa yang diinginkan dan tidak inginkan saat bercinta.

Komunikasikan hal ini sebelum Anda melakukan tindakan seksual apa pun bersama pasangan. Ini dapat membantu memperkuat pemahaman tentang hal yang membatasi diri.

Seperti apa yang memicu rasa malu dan tantangan bercinta yang mungkin dirasa aman dan nyaman dilakukan bersama pasangan.

Setelah sama-sama terbuka, langkah berikutnya bisa dengan melakukan ritual yang dapat membangun kepercayaan diri bersama. Menjelajahi aktivitas bercinta yang bisa membuat Anda dan Pasangan terangsang dan merasakan kenikmatan.

Menurut sebuah artikel, tahap ini akan membutuhkan refleksi dan eksplorasi. Meskipun penting untuk memahami diri sendiri, penting juga untuk memahami keinginan dan kebutuhan pasangan untuk membangun kepercayaan diri kita.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam