banner

Perempuan Sulit Orgasme, Salah Laki-Laki?

Perempuan sulit orgasme, salah laki-laki?

Puncak kenikmatan atau orgasme adalah hal yang didamba mayoritas pasangan saat berhubungan seksual. Namun, tahukah anda kalau menurut data dari Cleveland Clinic, di antara semua perempuan yang disurvei, hanya 10 persen yang bisa mencapai orgasme? Padahal, mayoritas laki-laki hampir selalu meraihnya setiap hubungan seks.

Memang bukan rahasia lagi bahwa perempuan lebih sulit mencapai klimaks. Ada berbagai faktor yang memengaruhi hal ini. Salah satunya adalah kurangnya kontribusi dan pengetahuan laki-laki sebagai pasangan, kata dr. Herdiman Bernard Purba, SpKFR-K.

Dokter spesialis rehabilitasi medik RSCM tersebut mengemukakan hal tesebut lewat webinar bertajuk Return to Sex: Rehabilitation and Reconstruction. Berikut ini penjelasan selengkapnya!

1. Kebanyakan laki-laki kurang memiliki pengetahuan soal orgasme pada perempuan

“Gangguan orgasme pada perempuan ini sering disebabkan karena prianya, ya,” kata dr. Herdiman.

Ia mengatakan bahwa laki-laki pada umumnya tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni soal hubungan seksual, terutama orgasme pada perempuan. Apalagi ketika mereka hanya mendapatkan “edukasi seks” dari film porno.

“Yang dibayangkan adalah yang memuaskan itu yang ‘panjang’ dan ‘besar’. Padahal, organ seks terbesar manusia adalah otak,” imbuhnya.

Akibatnya, laki-laki menganggap bahwa ketika mereka merasa nikmat, pasangan juga merasakan hal yang sama. Padahal, proses timbulnya rangsangan dan kenikmatan pada kaum hawa berbeda dengan kaum adam.

2. Hubungan seks penetrasi saja tidak cukup untuk memuaskan perempuan

Cara memuaskan perempuan sering kali menjadi mispersepsi di kalangan laki-laki. Banyak yang beranggapan bahwa hubungan seksual penetrasi saja cukup. Namun, nyatanya tidak. Data dari National Health and Social Life Survey mengatakan bahwa hanya 29 persen perempuan yang bisa mencapai orgasme melalui penetrasi.

Dokter Herdiman mengatakan bahwa perempuan juga membutuhkan rangsangan di area-area lain. Yang utama adalah klitoris, lalu g-spot (di dalam vagina), *u-spot (*dekat uretra), a-spot (antara serviks dan kandung kemih), atau bahkan payudara. Selain itu, kaum hawa juga membutuhkan pemuasan sisi emosional.

“Ketika secara emosional bisa dipenuhi, orgasme itu tinggal masalah waktu saja dan ditambah dengan stimulasi di area yang tepat. Sementara, pria terlalu asyik dengan diri sendiri dan pengetahuan yang entah didapatkan dari mana,” kata dr. Herdiman.

Terdapat tiga tahap rangsangan pada perempuan. Yang pertama adalah desire atau timbulnya keinginan secara seksual. Dilanjutkan dengan arousal, yaitu ketika perempuan telah terangsang. Kemudian, yang terakhir adalah orgasme, momen yang ditunggu-tunggu.

Perempuan yang memasuki tahap arousalpasti menampakkan ciri-ciri fisik tertentu. Di antaranya adalah wajah memerah, detak jantung meningkat, pupil melebar, dan yang terakhir adalah keluarnya lendir di area vagina yang membuatnya “basah”.

Keluarnya cairan tersebut menandakan bahwa sedang terjadi proses lubrikasi pada vagina. Organ kewanitaan itu mempersiapkan diri untuk mendapatkan penetrasi dari penis. Jadi, “basah” bukan berarti bahwa perempuan sudah orgasme.

3. Ketahui tanda-tanda orgasme pada perempuan yang harus dicermati!

Perlu diketahui bahwa proses terjadinya orgasme pada setiap perempuan bisa bervariasi. Itulah kenapa setiap orang harus berusaha mengenal dan “mempelajari” pasangannya ketika beraktivitas seksual.

Namun, dokter Herdiman memaparkan bahwa secara general, ada tanda-tanda fisik yang bisa kita cermati. Berikut ini di antaranya:

  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Otot panggul bawah mengalami kontraksi
  • Otot di sekujur tubuh juga mengalami kontraksi, terutama pada rahang dan wajah
  • Timbul sex flush atau bercak kemerahan di tubuh perempuan
  • Setelah otot kontraksi, tubuh akan lemas dan relaks.

4. Apa yang harus dilakukan agar perempuan bisa mencapai orgasme?

Sebagai laki-laki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memuaskan pasangan. Berikut ini di antaranya:

  • Perkaya diri dengan informasi seputar seks dan kesehatan dari sumber yang valid
  • Lakukan rangsangan pada perempuan di berbagai tempat. Mulai dari klitoris, g-spot, u-spot, a-spot, payudara, dan area-area sensitif lainnya
  • Penting untuk mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai pasangan ketika berhubungan seksual
  • Lakukan hubungan seksual di saat-saat yang tepat.

Walaupun begitu, bukan hanya laki-laki yang memegang andil terhadap kepuasan pasangannya. Para perempuan juga harus mengenal tubuhnya, mengomunikasikan keinginan dan preferensi aktivitas seksual, atau bahkan mencari kenikmatannya sendiri.

Terakhir, komunikasi adalah hal yang paling penting dalam hubungan, termasuk untuk aktivitas seksual. Jangan anggap ini hal yang tabu. Diskusikan apa yang anda ingin, suka, dan tidak kepada pasangan. anda juga harus mendengarkan preferensi satu sama lain. Dengan begitu, hubungan seksual yang sehat dan saling memuaskan dapat tercipta.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam