banner

Perselingkuhan Kencan Online Marak Terjadi di Masa Pandemi

Perselingkuhan kencan online marak terjadi di masa pandemi

Era pandemi COVID-19 (virus corona) membuat siapa saja lebih akrab dengan gadgetnya. Pertemuan virtual hingga bekerja dari rumah serta selalu bertemu pasangan pasti bisa membuat jenuh. Maka tak menutup kemungkinan, pasangan bisa berbuat ‘nakal’ dengan mengunduh aplikasi kencan online dan diam-diam selingkuh dari pasangan.

Co Founder Lunch Actually Violet Lim menjelaskan, bisa saja potensi selingkuh terjadi di kala pasangan diam-diam menggunakan aplikasi kencan online untuk mencari kesenangan yang lain. Menurutnya peluang akan selalu ada.

“Dan itulah mengapa kami selalu memperingatkan para lajang ketika mereka menggunakan aplikasi kencan karena mereka mungkin bertemu dengan penipu, profil palsu dan orang yang mengaku lajang (tetapi sebenarnya tidak),” katanya dalam konferensi pers virtual

Jika tak hati-hati, kata dia, kenyataannya akan sulit bagi para lajang asli untuk mengidentifikasi siapa yang juga asli dan siapa yang sekadar bersenang-senang. Maka nenurutnya penting untuk menggunakan aplikasi yang terverifikasi.

“Pilih aplikasi kencan online yang melakukan verifikasi manual untuk memastikan semua anggota kami lajang dan serius dalam menemukan cinta,” tuturnya.

Untuk aplikasi kencan online lain yang tidak memiliki verifikasi, kata Violet, dia menyarankan para lajang untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengobrol. Akan tetapi bisa dengan memverifikasi niat dan identitas mereka lebih awal dengan melakukan panggilan video.

"Jika orang tersebut scammer atau sudah menikah, kemungkinan besar mereka akan enggan untuk melakukan video call,‘’ jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Psikolog Klinis Dewasa dari @cintasetara, Rebeka Pinaima. Menurutnya, pandemi bukanlah faktor utama terjadinya kasus perselingkuhan. Pandemi lebih merupakan salah satu kondisi yang men-trigger munculnya atau menguatnya sejumlah masalah rumah tangga ke permukaan.

“Apabila ada perselingkuhan yang terjadi, hal ini menandakan bahwa sebuah pernikahan memang sedang bermasalah, dan terdapat isu yang belum diselesaikan oleh pasangan suami-istri,” kata Rebeka.

Hanya saja, lanjutnya, tidak semua pasangan memahami isu pernikahannya secara mendalam, apalagi mengetahui solusi atau metode terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Tidak semua individu dalam pernikahan pun siap dan bersedia untuk menghadapi masalah tersebut dan memilih untuk mengabaikannya.

“Salah satu contoh perilakunya dengan ‘melarikan diri’ ke aplikasi kencan online,” pungkasnya.

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam