-->
--

Sexploration, Untuk Seks Berkualitas dan Aman

  1. Alasan Mengapa Wanita Lebih Mudah Alami Orgasme
  2. Sulit Orgasme, Coba Metode Ini!
    1. 1. Berfantasi
    2. 2. Penutup mata
    3. 3. Menggunakan semua indera
    4. 4. Stimulasi klitoris
    5. 5. Rileks
  3. Ini Yang Dirasakan Oleh Wanita Saat Orgasme
  4. Artikel Terkait:

Sexploration, Untuk Seks Berkualitas dan Aman

Mungkin tak banyak orang-orang yang mengenal apa itu sexploration. Secara garis besar, sexploration merupakan salah satu cara kita memahami diri secara seksual. Lewat sexploration, seseorang bisa mengetahui apa yang nyaman bagi dirinya, hal apa yang bisa berakibat buruk, dan apa yang mereka inginkan dalam hal seks.

Selain itu, sexploration juga penting untuk membawa hubungan seksual ke arah yang lebih sehat dan aman. Sebab, sexploration memberikan kendali dan batasan atas tubuh kita, karena kita tahu mana yang baik dan buruk.

Seksolog Zoya Amirin mengungkapkan bahwa sexploration sangat diperlukan seseorang sebelum mereka memutuskan berhubungan seksual dengan orang lain.

“Eksplorasi seksual ini bisa menjadi pengetahuan dan kekuatan kita. Semakin kita memahami tubuh kita, maka kita akan semakin nyaman dan mudah bernegosiasi dengan pasangan saat berhubungan seksual,” jelasnya.

Misalnya, bagi para perempuan yang sudah mengerti sexploration dan memahami tubuhnya, dia bisa meminta pasangannya untuk memakai kondom saat sedang bercinta.

Nah, kendali atau otoritas seseorang yang sudah paham tentang tubuhnya dapat memudahkannya bernegosiasi dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, serta penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Sementara itu, orang-orang yang kurang mengeksplor dirinya akan mengalami kesulitan untuk melakukan negosiasi bersama pasangan saat ingin berhubungan seksual.

“Terkadang, perempuan yang kurang sexploration akan kesulitan bernegosiasi karena dia tidak mengerti apa yang dihadapi, sehingga bisa dimanipulasi,” terang dia.

Di samping itu, minimnya sexploration baik perempuan maupun laki-laki ini bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan ketika sedang bercinta. Atau, ada satu di antaranya yang merasa paling berkuasa.

“Padahal, kita itu berada di sebuah hubungan relationship, bukan kepemilikan atau ownership. Jadi, pentingnya melakukan sexploration ini membuat kita terhindar dari perilaku pasangan yang cenderung memaksa atau melakukan kekerasan (abusive),” ujarnya.

Bagaimanapun juga, kita pastinya harus menerima konsekuensi atas apa yang telah dilakukan pada tubuh kita. Maka dari itu, memahami tubuh sendiri dengan sexploration akan menciptakan hubungan seksual yang lebih bertanggung jawab.

Alasan Mengapa Wanita Lebih Mudah Alami Orgasme

Alasan Mengapa Wanita Lebih Mudah Alami Orgasme

Pembicaraan mengenai topik hubungan intim sangatlah kompleks. Namun, sebagian orang masih menganggapnya sebagai bahasan yang tabu. Termasuk ketika membicarakan kepuasan perempuan. Banyak yang beranggapan bahwa puncak kepuasan perempuan ketika berhubungan intim adalah bagaimana ketika pasangannya mampu merangsang area g-spot.

Padahal, banyak perempuan yang lebih mudah mencapai orgasme klitoris alih-alih g-spot. Apa penyebabnya?

Seksolog menjelaskan, klitoris pada perempuan sebetulnya sama seperti penis pada laki-laki. Sehingga, klitoris akan ereksi atau menegang ketika perempuan terangsang. Apalagi, jika rangsangan langsung dilakukan terhadap klitoris. Sementara g-spot adalah area sensitif pada organ kelamin perempuan yang berjarak hanya sekitar 3 centimeter dari liang vagina.

Salah satu alasan perempuan lebih mudah mengalami orgasme klitoris, kata Haekal, adalah karena rangsangan diberikan langsung pada area tersebut. Misalnya, selama hubungan intim berlangsung.

"Biasanya pada saat foreplay laki-laki kan suka meraba bagian klitoris. Rangsangan langsung akan membuat klitoris ereksi,"kata Seksolog tersebut.

Sementara rangsangan g-spot baru bisa dicapai lewat beberapa faktor. Misalnya, ketika ereksi penis optimal sehingga bisa mengenai g-spot dengan optimal pula dan membuat pihak perempuan mencapai orgasme. Sayangnya, banyak laki laki yang tidak menyadari ketika penisnya tidak ereksi secara optimal.

Posisi hubungan intim juga memengaruhi orgasme pihak perempuan. Karena organ kelamin laki-laki menonjol ke luar, maka akan mudah terlihat jika terangsang. Sebaliknya, hal itu tidak akan terlihat pada perempuan karena letak organ kelamin yang berada di dalam. Oleh karena itu, posisi hubungan intim sangat berpengaruh.

"Kalau posisi organ perempuan di atas dan penis ereksi optimal maka akan lebih efektif menggesek bagian g-spot sehingga perempuan mudah untuk mencapai orgasme,"kata seorang seksolog

AKan tetapi banyaknya keluhan perempuan sulit mengalami orgasme g-spot membuat para pakar mencari jalan keluar medis untuk membuat area g-spot lebih terekspos. Seperti prosedur operasi yang membuat area penutup klitoris lebih tersingkap, sehingga rangsangan lebih mudah mengenai titik klitoris. Ada pula prosedur pemberian filler di sekitar area vagina.

“Di bawah g-spot bisa diberikan filler sehingga bisa seperti ada isinya, jadi lebih bulky sehingga saat penetrasi gesekan sedikit saja sudah memberikan efek yang luar biasa,” ucap seorang seksolog.

Sulit Orgasme, Coba Metode Ini!

Mencapai orgasme seringkali dianggap sebagai inti dari hubungan intim atau bercinta. Namun, faktanya terjadi sebuah kesenjangan di mana pria cenderung lebih mudah mengalami orgasme ketimbang wanita. Meskipun kita tidak bisa menganggap klimaks sebagai satu-satunya tujuan dari hubungan intim, hal ini tetaplah sesuatu yang penting. Banyak wanita yang tidak bisa orgasme saat berhubungan intim dengan pasangan, mencapainya dengan melakukan masturbasi. Hal ini normal dan sangat umum terjadi. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya, mulai dari faktor kenyamanan, stres di tempat kerja, konsumsi obat tertentu, faktor hormon, dan lainnya.

ika kamu mengalaminya dan merasa kondisi tersebut berdampak negatif bagi kesehatan dan kebahagiaan, jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter. Namun, kamu juga bisa mencoba beberapa metode yang dilakukan wanita-wanita ini untuk berusaha mencapai orgasme, seperti rangkum oleh kami dari berbagai sumber terpercaya :

1. Berfantasi

Berfantasi

“Biasanya aku menutup mata dan berfantasi. Ini membantuku untuk tidak memikirkan di mana tanganku atau seperti apa tampilan wajahku, atau pikiran-pikiran mengganggu lainnya. Berfantasi membuatku rileks dan lebih mendalaminya.”

2. Penutup mata

Penutup mata

“Dalam pengalamanku, penutup mata sangatlah membantu. Ini bisa menutup bagian dari wajahku yang paling kusadari. Jika kamu menikmatinya, semua kekhawatiran yang ada bisa hilang tanpa kita perlu memikirkan bagaimana penampilan mulut kita.”

Akan teteapi banyak yang tidak setuju atau menentang dengan metode yang satu ini, tentu saja ini dapat membantu untuk lebih cepat mendapatkan orgasme, akan tetapi beberapa orang menyebutkan bahwa menutup mata sang wanita sangatlah tidak etis jika Anda dan pasangan Anda ikut melakukan hal tersebut.

Kenapa? dikarenakan menutup mata wanita dengan alat bantu penutup, menggambarkan bagaimana wanita sangat mudah untuk dilakukan atau dilecehkan secara seksual, dengan tidak bisa melihat apa yang didepannya sembari melakukan hal-hal yang berhubungan dengan seksual.

Akan tetapi banyak juga orang yang merasa terbantu dengan metode menutup mata ini, ada beberapa yang bilang merasa bisa lebih fokus kepada setiap sentuhan yang Anda beri kepada pasangan Anda. Sehingga metode ini sangatlah direkomendasikan untuk Anda coba dengan pasangan. Ingat lebih baik Anda mempertanyakan hal ini tersebut kepada pasangan Anda, jika pasangan anda sedang tidak ingin, hargailah keputusan dia.

3. Menggunakan semua indera

Menggunakan semua indera

“Cobalah banyak hal berbeda. Bagiku, aku butuh semua panca inderaku bekerja. Sehingga aku bisa merasakan sensasinya ketika mencium aroma lilin atau parfum favorit, atau bisa juga karena adanya musik-musik tertentu. Aku membiarkan pasanganku menyentuh area tubuh manapun. Aku suka ruangan sedikit remang, tetapi tidak sepenuhnya gelap. Kami memiliki lampu kecil. Pada akhirnya, jangan terlalu memikirkan ini.”

4. Stimulasi klitoris

Stimulasi klitoris

“Ini adalah masalah bagiku sebelum bertemu dengan pasangan saat ini. Dia adalah orang pertama yang berhubungan intim atau bercinta denganku dan aku cintai serta percaya. Hal ini membuatku lebih nyaman. Aku memastikan selalu mendapatkan stimulasi klitoris yang hebat dan pasanganku selalu memberinya dengan senang hati.”

5. Rileks

Rileks

“Aku pernah berada pada posisi itu (berhubungan intim tanpa orgasme) dan pada suatu hari situasi itu berubah. Melakukannya berulang-ulang membantuku mengatasi kecemasan yang kurasakan pada awalnya. Setelah itu aku merasa lebih mudah mencapai orgasme, namun menjadi rileks dibutuhkan waktu beberapa tahun.”

Ini Yang Dirasakan Oleh Wanita Saat Orgasme

Ini Yang Dirasakan Oleh Wanita Saat Orgasme

Meski tercapainya orgasme merupakan puncak kepuasan seksual, ternyata ada efek samping yang dirasakan wanita saat merasakan orgasme, yakni sakit kepala. Walau begitu, kemungkinannya kecil. Sekitar satu dari 100 orang wanita mengatakan mengalami sakit kepala atau disebut chepalgia orgasm.

Pakar seks Chantelle Otten mengatakan, fakta ini mematahkan pengetahuan selama ini yang menyebut bahwa orgasme menghilangkan rasa sakit.

“Gairah seksual yang meningkat membawa sensasi yang berbeda di otak dan tubuh, efeknya bisa sangat menyusahkan bagi penderitanya,” kata Chantelle.

Namun, sakit kepala bukanlah satu-satunya efek samping yang buruk saat ogasme. Penelitian terbaru mencatat beberapa efek samping lain seperti tangisan yang tidak terkendali, sakit di wajah, rasa panik, kejang dan bersin. Salah satu studi bahkan mengatakan ada wanita yang merasakan sensasi di kaki kirinya saat orgasme. Dokter menyimpulkan kondisi tersebut karen ada saraf yang rusak. Kejadian aneh lain adalah perempuan yang khawatir pasangannya tidak berhenti tertawa setelah dia orgasme.

Dibanding efek samping lain, sakit kepala adalah efek paling luar biasa. Setidaknya ada dua bentuk sakit kepala yang akan diderita. Pertama adalah tekanan di bagian kepala yang berakibat rasa sakit saat melakukan aktivitas seksual.

“Bentuk kedua adalah rasa sakit yang menusuk sebelum atau saat orgasme,” ujar Chantelle.

Rasa sakit ini dipercaya dipicu oleh kepala yang tegang serta kontraksi antara otot rahang dan leher sehingga penderita akan merasa sakit di bagian-bagian tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui penyebab kondisi tersebut.

“Sulit untuk mengetahui berapa banyak perempuan yang mengalami reaksi fisik atau psikologis yang tak biasa dari orgasme karena hal tersebut sangat langka dan hanya sedikit penelitian tentang hal itu,” ujar Chantelle.

Oleh karena itu, bila ada seseorang yang mengalami kondisi seperti rasa panik tiba-tiba dan kejang setelah orgasme, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf. Rasa sakit yang mengganggu ini tentu bisa menurunkan keinginan melakukan hubungan seks. Sementara untuk kondisi yang lebih ringan seperti sakit di bagian kaki, tertawa dan bersin, orang memang akan merasa malu tapi dia yakin setiap orang bisa mengatasinya.

Sehingga bisa ditarik kesimpulan dari beberapa artikel diatas bahwa, takaran pasangan wanita anda melakukan atau terjadi orgasm saat sedang bercinta atau berhubungan seks dengan Anda tidak bisa menentukan apakah Anda dan pasangan telah melakukan hubungan seks atau bercinta yang berkualitas. Sehingga hanya Anda dan pasangan Anda yang dapat menentukan kualitasnya, bukan karena orgasm!

Artikel Terkait:

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam